Izinku Dalam Suara Nafas Terengah

Sebut saja ini adalah sebuah kamuflase dari ku. Dunia nyataku membuat hari-hari ini seakan sulit untuk diajak berkompromi lagi untuk sedikit memperlambat gerak matahari terbit dan terbenam. Artinya aku ingin memperlambat waktu ini. Entah apa yang kulakukan sehingga aku harus berlama-lama berada untuk menampakan wajahku yang selalu morat marit ini di hadapan muka-muka manusia di kampusku tercinta. Bosanku seakan enggan berlari, menuju pintu kebebasan yang tak lama lagi akan aku rasakan juga. Diri ini terasa berat ingin sekali meluahkan rasa hanya sekedar permohonan maaf dariku yang tak bisa untuk sementara waktu bermain dengan kata-kata di lembaran yang entah apa namanya ini (blog).
Siapapun, mohon maaf sekali jika dalam waktu menjelang aku harus berlari mengejar ketertinggalanku dari gelar sarjana komputer, aku tidak bisa menemani sobat-sobat blogger semua disini, dan di ruang ini. Aku mohon doa restu dari semuanya yang telah membuat blogku ini terasa ramai dengan suara-suara kalian yang semakin membuatku bersemangat untuk menulis lagi dan lagi.

Pengumuman Kopdar Bertuah sudah kubuat, kopdar nanti aku akan datang. Kontes SEO bertuah RUSLI ZAINAL SANG VISIONER memberikan sedikit titik cerah untuk blogku ini. Saat aku buat postingan ini si Pirawa mendapatkan tempat di halaman 4 (urutan 32) di lubuk hati mbah Google indo (co.id). Sebelumnya mbah Google sempat kecewa dan patah hati padaku karena aku telah menghapus cintanya padaku secara sengaja dan akhirnya aku di lempar jauh kehalaman 25 (urutan 257) dengan kata kunci Rusli Zainal Sang Visioner. Semoga usahaku yang bersungguh-sungguh dalam mengikuti kontes SEO yang bertajuk Rusli Zainal Sang Visioner bisa membuahkan hasil.

Aku mohon pamit ya...ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Yang paling penting adalah Tugas Akhirku menuju Sarjana Komputer. Persiapan seminar, Prasidang, Sidang, dan Ujian akan aku lalui untuk hari2 kedepan nanti. Doakan aku berhasil ya...Kita tetap sahabat...

More aboutIzinku Dalam Suara Nafas Terengah

Pecahan 2ribu Rupiah

Baru-baru ini Pejabat sementara (Pjs.) Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, didampingi Deputi Gubernur Bank Indonesia bidang pengedaran uang, S. Budi Rochadi, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, dan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, secara resmi meluncurkan uang kertas baru pecahan Rp2.000 tahun emisi 2009 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, pada Kamis, 9 Juli 2009, di Banjarmasin. “Penerbitan uang kertas emisi baru tersebut merupakan implementasi kebijakan Bank Indonesia di bidang pengedaran uang yaitu untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah di masyarakat dalam jumlah nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, tepat waktu dan dalam kondisi yang layak edar”, demikian Pjs. Gubernur Bank Indonesia, Miranda S. Goeltom, dalam sambutannya.


Uang pecahan baru tersebut bergambar Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan) dengan gambar bagian belakang Tarian Adat Dayak. Uang tersebut akan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah mulai tanggal 10 Juli 2009. Pemilihan gambar pada uang tersebut mengacu kepada desain uang kertas sebelumnya yang bertemakan Pahlawan Nasional. Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada para pahlawan dan untuk turut serta melestarikan budaya bangsa.

Uang kertas baru pecahan Rp2.000 berwarna dominan abu-abu dengan unsur pengaman berupa tanda air bergambar Pangeran Antasari dengan benang pengaman yang tertanam di kertas uang dan bertuliskan BI2000 berulang-ulang yang akan memendar merah di bawah sinar ultraviolet. Uang kertas pecahan baru ini juga mengakomodasi kebutuhan para tuna netra dengan menyediakan kode tertentu (blind code) di samping kanan bagian muka uang yaitu berupa kotak persegi panjang yang dicetak secara intaglio.

Selain itu, seperti pada saat mengeluarkan uang kertas baru pecahan Rp100.000 dan Rp20.000 tahun emisi 2004, serta Rp50.000 dan Rp10.000 tahun emisi 2005, Bank Indonesia juga mengeluarkan Uncut Banknotes Rp2.000 (uang khusus yang belum dipotong/uang bersambung) sebanyak 4.700 lembaran dengan jenis uang bersambung masing-masing berisi 2 bilyet, 4 bilyet dan 50 bilyet. Sebagai benda koleksi, Uncut Banknotes ini lazim dikeluarkan di berbagai negara sebagai penerbitan uang khusus.(source)
More aboutPecahan 2ribu Rupiah

Beginilah Aku

Sebenarnya aku tak mengerti tentang arti umur ini, 4 Juli... Setiap tahun ada saja pertambahan umurku dan pengurangan usiaku di dunia ini. Mungkin hanya terlalu berlebihan mengartikan makna kehidupan yang serba complicated. Aku adalah kesalahan dimasa laluku yang mungkin takkan pernah terulang kembali. Ada beberapa hal yang bisa jadi perjalanan pelajaran dan pengalaman. Hari ini adalah hari berpikir dan berbuat, tentang masa depan, tentang masa kematian, dan tentang masa menuju akhiran dunia. Kini berbeda dengan semalam hari sewaktu aku hendak menidurkan mataku dan seluruh jasad ragaku ini. Tapi kadang juga berpikir ini akan jadi sesuatu kehidupan yang baru untuk kedepannya nanti aku bersama orang-orang yang aku cintai. Untuk Keluarga, Sahabat, Kekasih, dan seluruh manusia sosial yang mengenalku dan pernah melihatku serta akan mengenalku. Terima Kasih untuk segalanya...
The Best Regard,
Maryo Sanjaya Adi Putra
Pekanbaru, 4 Juli 2009
More aboutBeginilah Aku

Support By :