About

My Photo
stranger
Pekanbaru, Riau, Indonesia
All just a glimpse and even an impression that I believe will be ephemeral. A self-taught designer who continues to understand the significance and meaning of a intuition, sense, and art.
View my complete profile

Blog

19 December, 2009

10 Teknologi yang dapat Mencegah Bumi dari Kehancuran

Beberapa waktu lalu ada anggapan dari kaum skeptis bahwa teknologi hanya merusak lingkungan. Anggapan ini menantang para ilmuwan untuk mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan. PBB memperkirakan, hingga tahun 2030 kebutuhan energi akan melonjak sebesar 60 persen. Sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air. Berikut 10 jenis teknologi yang tergolong dapat mencegah bumi dari kehancuran.





1. Memproduksi minyak secara alami


Ada proses bernama thermo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.

2. Menghilangkan garam dari air laut.


PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis.


3. Tenaga Hidrogen.



Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.


4. Tenaga surya


Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.

5. Konversi Panas Laut


Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.


6. Energi gelombang laut.



Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup. Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.

7. Menanami atap rumah


Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya. Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.

8. Bioremediasi


Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.

9. Kubur barang-barang perusak


Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman. Tetap saja kelak akan muncul imbas negatifnya bagi lingkungan.

10. Buku elektronik


Bayangkan, berapa ton kertas dan berapa banyak pohon harus ditebang bagi seantero dunia jika kita semua harus membeli koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas faks, sampai tisu toilet. Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga bahan kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon.

jadi, ada baiknya mulai dari sekarang ini kita memperhatikan tempat kita bernaung selama kita hidup di dunia ini yaitu Bumi. Panjang pendeknya umur bumi ini tergantung  pada kita sebagai mahkluk ciptaan ALLAH SWT untuk merawat, menjaga, dan tidak merusak lingkungan dan alam sekitarnya. Safe The Earth...

24 yang berisik...:

Dinoe said...

Setuju kawan..panjang dan pendeknya umur bumi tergantung kita semua sebagai manusia utk senantiasa merawatnya..

Yolizz said...

wow,, kereenn euy!! kita emg harus pinter2 berhemat buat menjaga kelestarian bumi ini...

JR said...

wow lengkap buanget share ilmunya

Laksamana Embun said...

Kren nh ide buat masa depannya.. Yang paling menarik buat saya menghilangkan kadar garam pada laut...

Ducky said...

Sayang sebagian besar teknologi ini masih sangat mahal yaa... Kalo produksi minyak alami sih sering nih wajahku hehe...

eniwei, aku mendukung Go Green!

Tq udh mampir...

ALRIS said...

Informatif. Salam kenal.
ALRIS

alfi said...

semoga dengan ad 10 teknologi bumi tidak hancur...

Gravisware said...

mantaaap.. semoga teknologi seperti ini bisa makin dikembangkan demi keselamatan bumi kita.. ^^

More Than Words said...

Bumi yang semakin kritis memang layak harus kita selamatkan, ini penting untuk kelangsungan hidup di masa depan

Yuk, mampir ke rumahku ya..

PauL said...

Agreeeeeeeee!!!! Save the Earth!!

elpa said...

terapkan pada keseharian kita,selamatkan bumi kita....mulailah menanam pohon di sekitar rumah kita..penghijauan adalah basic buat menyerap karbon dioksida.....

Lina said...

mari menjaga lingkungan dengan berhemat penggunaan kertas, kantong plastik, air dan energi tak terbarukan.

info yang bagus nih..

Pekanbaru Wisata Riau said...

mantab gaan............

Zaiful Anwar said...

Kok cuma 10 bro? ntar saya tambahin deh 1 lagi

attayaya said...

bener bro
selamatkan lingkungan
selamatkan bumi
selamatkan anak cucu
GO GREEN!!!

Zahra Lathifa said...

hebaaatt...solusi yg jitu bro! go go...save the earth!! aku follow skalian pasang link nya yaa..

suwung said...

yang bikin air laut ngak asin lagi lha terus ikanya gimana? ekosistemnya gimana? apa tuhan nggak marah ya?

bang FIKO said...

GO GREEN!

didi said...

yang pastinya pekembangan teknologi akan meningkat terus sesuai kebutuhan manusia yang meningkat juga.. ya khn?

melly said...

wahhhh detail bnaget nich...
GO GREEN AND SAVE MOTHER EARHT lah :)

Boedak Betuah said...

keren nih teknologiny kalo diterapkan

Elsa said...

apa enaknya baca buku elektronik ya??
tapi kalo buat menyelamatkan lingkungan, yo wes lah... boleh boleh aja

Anonymous said...

kayanya semuanya mahal.....

Anonymous said...

saya berminat point 7 "mananami atap rumah" smoga dapat mewujudkannya.. amin ^^ (lulu)

Post a Comment

Friendlist


Maryo...... Design by Pirawa Corp. © 2010